Hari ini hari terakhir saya (dalam kontrak) kerja praktek di aalah satu perusahaan penerbangan Indonesia. Semua perasaan bercampur aduk karena saya tetap harus mengerjakan tugas namun masih banyak kendala.
Tentunya, karena ini Program Latihan Akademik (PLA) yang akhirnya akan memberikan sebuah nilai di masa depan perkuliahan saya tapi kehidupan tampak nberkata lain.
Pendokumentasian belum selesai. Website yang harus saya kerjakan pun belum selesai (bahkan hari ini ada perubahan fungsi lagi :< ). Sedangkan masa kontrak sudah berakhir, masa pengumpulan laporan pun akan segera datang.
Di otak saya saat ini hanya terdapat kalimat ‘LIFELINE wanna be DEADLINE’.
Mengapa bisa begini? saya mencoba berfikir keras.
1. Saya masih kurang ilmu pemrograman. Sehebat-hebatnya programmer, bila ia dihadapkan dengan sesuatu yang baru tetap saja harus bekerja keras mengimplementasi. Ini menurut saya lho!
2. Saya belum bisa me-manager-i diri saya sendiri. Tentunya, bagaimana tidak?! Toh saya harus mengakui saya belum bisa membagi waktu dengan baik.
Seharusnya saya bisa membagi waktu, kapan saya harus mengerjakan tugas ini, tugas itu, permainan ini eh…maksudnya pelajaran ini pelajaran itu, dan sebagainya.
Padahal saya sudah dengan sekuat tenaga untuk mengerjakan tugas seteratur mungkin, namun masih tetap keteterran.
3. Daya konsentrasi berkurang. Kelainan ini salah satunya disebabkan oleh kurang baiknya manajemen hati. Bagian ini sulit dijelaakan.
4. Terganggu sifat buruk. Salah satu sifat buruk saya adalah bila ada satu rencana yang awalnya sudah tidak pada tempatnya, maka saya tidak mau meneruskannya. Inilah yang paling bahaya.
Teringat dengan sebuah pelajaran Teknik Riset Operasi yang dibahas oleh Dr. Munir, dosen saya. Bahwa untuk membuat sebuah karya ilmiah atau penelitian maka harus mencari masalah dahulu.
Setelah mendapatkan masalah maka harus cari pemecahannya. bila tidak ada pemecahannya maka tetap bisa dijadikan karya tapi bukan ilmu terapan.
Nah, daripada merenung di pinggir lantai 8 Gedung ini, lebih baik saya coba pecahkan masalah otak saya ini.
Hmm, sedikit bingung.
Lalu kebingungan, dan semakin bingung karena suasana kantor berubah jadi misterius dengan balutan lagu dangdut.
Dan. saya menemukan sebuah kalimat yang sangat membangun jiwa saya.
Ini ditemukan saat saya merapihkan fungsi-fungsi javascript di ‘addnew.phtml’ yang saya kerjakan. Karena kerapihan itu akan terlihat indah, keindahan itu akan terlihat baik.
Kebaikan itu bisa saja menimbulkan hal terbaik. Nah…..akhirnya saya bertekad, HARUS MEMBERIKAN YANG TERBAIK PADA APAPUN YANG DILAKUKAN, bahasa Chinanya “Kei-i cui hau”.
Kenapa harus memberikan yang terbaik? karena USAHA. Saat memberikan yang terbaik otomatis ada usaha didalamnya. seperti yang Allah minta pada semua manusia untuk selalu berusaha.
Yup, i’ve got it! ini adalah jawaban dari sebagian pertanyaan, dan atau semua pertanyaan.
Sedikit cerita di salah satu hari di bulan Maret lalu. Bahwa dalam keadaan stuck on coding, saya bisa mencipta sebuah lagu (U, Me, and The Javascript).
Pointnya bukan hanya pada lagunya, terlebih pada…ternyata otak saya memperlihatkan fenomenanya. Saat fikir tertuju pada satu hal, hal lain yang mungkin bertolak belakang bisa saja datang dan melahirkan kebaikan.
Subhanallah Allah menciptakan otak yang berakal bagi manusia.
Nah, untuk memberikan yang terbaik pada otak saya. Akhirnya saya rajin-rajin istirahat (nah lho?!), maksudnya saya harus memberikan waktu yang tepat untuk otak beristirahat.
Dan saya sangat menantikan saat-saat indah itu.