Sebelumnya, saia tidak bermaksud tidak sopan.
Beberapa hari lalu saia mendengar berita dari benda yang bernama televisi, tentang seorang pria berasa wanita meninggal karena overdosis silicon! Iyah, para pria, yang mungkin orang biasa bilang, luar biasa. Intinya sih mereka manusia, mereka mempunyai kelamin, mereka tetap berjenis kelamin sesuai yang diberikan Tuhan walaupun mereka merubahnya, dan hanya Tuhan yang paling ADIL.
Okey, tidak penting membahas apa itu bencong ataukah niatnya menjadi bencong apalagi pendapat-pendapat yang sok menghakimi dari kebiasaan banyak orang. Argggh, siapa yang berani mengadili silahkan, asal tidak punya dosa!
Tadi, ketika saia di angkutan umum, saia bertemu bencong. Seperti biasalah dandanan seperti itu, dan orang-orang memperhatikannya. Yang saia soroti adalah wajahnya. Hei, saia bukannya mau berpendapat apakah bencong ini cantik atau tidak ya, bukan itu. Saia melihat wajah yang berbeda!
Dia, atau mereka yang seperti itu, saia pikir sih lebih terhormat dari para koruptor yang mencuri uang rakyat. Apalagi kalau mereka dibandingkan dengan pembunuh kelas jaya. Setidaknya, kaum tersebut tidak mencuri uang rakyat atau membunuh manusia.
Mereka memiliki harapan, saia yakin itu!
Ketidakpantasan yang mungkin orang biasa anggap sepele, ketidakwajaran sikap yang mungkin orang biasa jijik melihatnya, semua itu hanya mereka yang rasakan dan tahu apa maksudnya. Atau mungkin ini cara mereka mensyukuri sesuatu?! Hanya Tuhan yang mengerti.
Bahkan hei, saia sering merasa jadi bencong! Wanita berjilbab, tapi dandanan dan perilaku seperti lelaki dan lebih memilih mengecat tembok dibanding memasak. Ketika menggunakan rok atau hal-hal yang berbau feminim saja, saia selalu merasa jadi bencong. Mungkin, ini juga yang dirasakan pria yang keawanitaan itu ya?
Bergelut dengan hati untuk beberapa puluh tahun tersadar saia!
Saia bukan tidak mensyukuri jadi wanita, tentu bukan, betapa bahagianya saia jadi wanita karena tiket surga ada di kaki saia kalau Tuhan mengizinkan. Hanya saja, saia memiliki cara yang berbeda dalam mensyukuri nikmat Tuhan. Okei, saia tidak seperti wanita itu dandanannya, dan mungkin wajah saia juga cenderung ganteng. Saia nyaman dengan keadaan seperti itu, hidup bernafas dengan -masih- hidung, makan cukup dengan -masih- mulut, dan sebagainya.
Mungkin itu ya poinnya, KENYAMANAN!
Sipp kalau begitu, masalah pengadilan HANYA TUHAN YANG PUNYA HAK!


