“Hai. Mau tau kegiatan pribadiku sehari-hari? Atau mau curhat? Caranya gampang, ketik REG(spasi)NIKHA kirim ke 0852211577**. Sms yang kamu dapet langsung dari hapeku.” ya begitu sms yang saya sebarkan demi ketenaran saya semenjak SMA, tentunya semenjak ada iklan layanan berbasis sms pendekat artis dengan fansnya. Tapi hoy, saya bukanlah artis. Saya hanya ingin mengurangi jumlah pulsa dari hape sederhana yang dibeli si papah.
Ada yang balas sesuai perintah, okey berarti mereka adalah fans saya. Ada yang membalas “gelo”, artinya gila. Pun yang membalas dengan “terimakasih sudah mendaftar sebagai AFC, Aris Fans Club blablabla..”. Yang barusan itu bapak muda pelatih teater saya di SMA. A Aris itu memang kawula muda pada masanya yang sangat berbakat. Ia pun sudah menelurkan satu buku yang menurut si saya mah kocak. Dan usut punya usut, dahulu dikala star search Akademi Pelawak Indonesia diadakan, si saya mau direcrut olehnya. Oww, am i like a … Sudahlah, saya jadi ingin berbincang dengan si Aa yang low profile itu.
Kebiasaan ini tertular jua sampai saya duduk di bangku kuliah. Dan penggemar setia saya ya itu sahabat-sahabat dan pacar-pacar eh, pacar..yang saya pikir mereka sangat pintar dan bijaksana karena membalas sms berisi REG NIKHA. Dan bila satu hari saja saya tidak memberi kabar tentang kegiatan saya bak artis, maka mereka akan menagihnya.
“Nikha! Mana? Katanya mau kasih tahu jadwal kamu sehari2!?”, begitulah kira-kira salah satu smsnya, saya diijinkan lupa detailnya.
Itu tahun dua ribu berapa begitu, dan sampai sekarang ini, masih adanya layanan seperti itu. Bahkan sekarang semakin beragam. Ada yang memberi layanan ramalan jodoh, pekerjaan, asmara, sugesti, permainan, motivasi, lagu lawas, ringtone gratis, dan yang aneh-anehlah pokoknya.
Saya? Iya saya pernah melakukannya. Membuang dua ribu rupiah padahal tidak saya suruh dan bahkan tidak saya butuh. Saya penggemar Agnes Monica semenjak SD. Maka saya tekan itu tuts handphone dengan REG AGNES.
Pagi, sms.
Siang, sms.
Malam terkadang sedikit sore, sms.
Intinya tentang kegiatan Agnes Monica. Kadang ia bertanya, dan saya jawab. Eits, tapi entah itu terkirim padanya atau tidak. Berbaik sangka sajalah itu sms sampai ke mata Agnes. Lupa apa isi smsnya, yang pasti saya cantumkan nama saya di pesan. Toh sepertinya kalau saya tanya “Mbak Agnes, mbak Agnes waras gak?” oh pasti ia tidak jawab, maupun ia pasti tidak akan marah. Konon, itu adalah sebuah mesin saja.
HIDUP AGNES MONICA! Dan sekarang saya lebih dekat dengannya lewat burung twitter.
Lalu di semester 2009/2010 ini fenomena REG spasi blablabla itu masih tetap ada. Bahkan semakin aneh saja kalau menurut kacamata kuda saya.
Ramalan “Kamu tidak cocok kerja di air, kamu lebih cocok jadi buaya di darat”. Jikalau jawabannya kamu cocok kerja di air, ternyata eh ternyata kamu phobia air? Ho ho ho.
Atau, ketik REG nama kamu dan nama pasangan kamu untuk menentukan si dia cocok atau tidak untukmu. Bagaimana kalau itu nama pasangannya sama percis dengan nama pasangan orang lain yang kalau ternyata si pasangan selingkuh, apakah bisa terdeteksi?
Atau bagaimana kalau nama kamu pasaran sehingga sama dengan nama orang yang sudah tiada, apakah jawabannya akan “Kamu sudah tiada, maka tidak ada jodoh untukmu. Berdoalah masuk surga agar mendapat kekasih akhirat seperti lagu dangdut (Kekasih Dunia Akhirat)”.
Daripada bagus juga itu kalau nama pasangan kamu sama percis dengan artis, lalu si artis sedang selingkuh pun akan menjadi referensi si mesin penjawab padahal pasangan kamu setia. Dan kalau saya daftarkan nama ayah dan ibu saya? Uh, TIDAK.
Sebenarnya ada manfaat dari layanan itu. Seperti keyakinan saya “Sebuah sistem itu pasti ada kurang dan lebihnya. Manusia tidak ada yang sempurna. Allah menciptakan sesuatu pasti ada gunanya”.
Bagi layanan tentang hadist-hadist yang tidak coba prediksi keadaan kita, itu jadi penyaman hati. Dan jadi tidak menyesal tiba-tiba berkurang dua ribu rupiah.
Ketika kita pengagum kata-kata mutiara sang motivator mungkin. Itu juga menarik, setidaknya tidak sok tahu tentang apa masalah kita.
Tapi ini komunikasi sepihak memang, pasti dirasa kurang memuaskan dibanding kita mengambil arti kehidupan sendiri dengan pengalaman sendiri. Tentunya dengan berinteraksi dengan manusia yang hidup, bukan mesin hidup.
Eh tunggu! Kalau ketik REG NIKHA ke nomor handphone saya, Insyaallah kamu akan berinteraksi dengan saya langsung dari saya oleh saya untuk kamu loh. Kamu juga pasti bisa berbicang dengan saya, caranya ya tinggal pencet saja nomor handphone sayanya lalu call. Hmm, ataukah saya harus bikin saja itu SMS GATEWAY? Supaya lebih terasa artisnya?
Ah tidak, saya lebih memilih sesuatu yang interaktif saja untuk kebaikan fans. Katanya sih supaya fans lebih terasa dekat dengan saya.
Kata siapa? Itu kata teman khayalan saya, fans sejati yang cinta mati pada saya. Dan teman khayalan saya ini selalu menemani saya, bahkan bangun disaat saya tidur untuk peran saya dalam mimpi. Dia teman khayalan saya ini, bisa memerankan saya yang sedang senang, sedang ketemu artis, sedang ketemu pacar, sedang dimarahi si mamah, sedang makan, sedang ribut, sedang dikejar hantu, sedang apapun yang skenario mau. Two thumbs up for you wahai teman! Benar-benar bersyukur Allah memberikan dia, dia teman saya itu tidak pernah marah loh kalau saya mengeluh. Ok teman!
Sebentar, kamu tahu apa itu SMS GATEWAY? Cari saja di bang google, pasti kamu akan tahu fitur apa itu. Katanya google kan lebih tahu daripada saya. Kalau saya yang menjelaskan, nanti kamu pikir saya sok tahu. Lagipula kamu kan lebih pintar daripada saya.
Saya yakin itu! Atau kalau malas berteman dengan bang google, ya ambil saja objek cerita diatas sebagai definisi.
Bandung, 19:21 WIB tanggal 6 di bulan yang inisialnya M
blogwalking. nice artikel. salam kenal dari padang
many thanks Anton, salam kenal dari Bandung