Dewasa ini, manusia tidak bisa lepas dari penggunaan teknologi. Bagaimana tidak, teknologi telah mempermudah pekerjaan manusia dengan fitur-fitur yang sekaligus menghibur. Dimanapun kapanpun dan dalam kondisi apapun, memungkinkan manusia untuk menggunakan teknologi. Kadang teknologi memaksa kita untuk mempelajarinya sebagai pemenuhan kebutuhan pokok.
Komputer adalah salah satu teknologi yang sudah menjadi kebutuhan pokok manusia. Kepentingan manusia seakan beralih dari manual menjadi komputerisasi, apalagi menyangkut kebutuhan informasi.
Pemanfaatan komputer sebagai alat penyelesaian tugas manusia menjadi sangat bertentangan dengan penyelamatan lingkungan ketika terjadinya pemborosan energi karenanya. Tiap hari beratus juta manusia di seluruh dunia menggunakan komputer sebagai teknologi yang memahami manusia. Jangan salah, dampaknya adalah manusia menjadikan komputer sebagai ‘kekasihnya’. Bayangkan pula berapa ratus juta watt listrik yang terpakai, terlepas dari pemakaian yang berguna atau pemakaian yang disalahgunakan.
Listrik berasal dari sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui. Semakin banyak yang menggunakan komputer, semakin banyak pula terbuangnya sumber daya alam tersebut bahkan untuk penggunaan komputer yang ‘sia-sia’ sekalipun.
Yang sedang disorot tentang perangkat teknologi adalah, sampah digital. Indonesia yang notabene masih mempermasalahkan sampah-sampah organik dan anorganik yang tidak terkelola dengan baik hingga menimbulkan bencana alam. Namun tidak bisa dipungkiri bahwa sampah digital pun perlu ditangani. Apalagi masalah pemborosan energi yang ditimbulkan.
Komputer yang boros listrik akan mencemari lingkungan. Sebab listrik yang berhamburan menimbulkan medan magnetik yang mempengaruhi kinerja otak dan lingkungan sekitar kita. Tidak bisa dipungkiri bahwa itu semua sebuah kerugian bagi alam.
Bagaimana cara mengatasi persoalan lingkungan tersebut? Bagaimana supaya manusia bisa menjadi penyelamat lingkungan namun tetap mengetahui perkembangan teknologi? Dan yang paling penting adalah bagaimana manusia bisa mengimplemetasikan penghematan energi dan daur ulang sampah digital?
1. Hemat energi dalam penggunaan komputer
Komputer memiliki kemampuan yang berbeda-beda dalam menghemat energi. Jadi untuk menghemat energi salah satu caranya dengan set up pada komputer agar beroperasi pada penggunaan energi yang optimal. Adapun penghematan yang lebih baik adalah memetaikan komputer jika tidak diperlukan.
Banyak beberapa kasus di Indonesia, seperti di kantor-kantor yang menggunakan komputer sebagai sistemnya. Dalam kantor tersebut begitu banyak energi yang digunakan, dan tampaknya satu hari dapat meningkatkan pemborosan energi. Bukan karena digunakan sebaik-baiknya tapi banyak komputer digunakan menyimpang daripada tugas sebenarnya.
2. Menggunakan perangkat lunak atau perangkat keras yang hemat energi
Untuk perangkat keras ada beberapa device yang dapat menghemat energi, mulai dari cooler atau processor.
Untuk perangkat lunak, salah satunya dengan menggunakan website yang penampilannya menghemat daya listrik yang dikeluarkan monitor. Misalnya saja salah satu situs pencarian yang bernama blackle.com.
3. Mengetahui tata cara penghematan energi dalam penggunaan komputer.
Misalnya :
- Setting komputer agar mematikan monitor saat tidak dipakai dan mematikan hard disk.
- Pada layar monitor jenis CRT gunakan wallpaper berwarna gelap atau hitam. Karena warna hitam akan mengurangi penggunaan daya listrik.
4. Mendayagunakan sampah digital yang masih layak pakai menjadi sesuatu yang lebih berguna.
Ini kasus yang krusial. Tampaknya pemanfaatan sampah digital agak sulit untuk diimplementasikan oleh masyarakat umum, terlebih bukan keahliannya. Tapi setidaknya banyak kemungkinan dalam segala hal. Kemungkinan itu bisa saja datang dari profesional IT yang dapat membuat sebuah inovasi daur ulang sampah digital.
Banyak contoh yang dapat menginspirasi kita semua.
Sebuah perusahaan komputer besar, DELL, membuat sebuah PC yang ramah lingkungan dengan semangat go greener. PC tersebut terbuat dari bambu yang elemen di dalamnya terdiri dari kaleng susu, kotak sabun dan lainnya. Yang fantastis adalah penggunaannya dapat menghemat listrik sampai 70%.
Contoh lain adalah pembuatan Hard Disk dari panci bekas, Teknologi ini diberi nama Fabrik SimpleTech [re]drive. Fabrik juga menambahkan sebuah Energy Star power adapter pada hard disk. Bahkan material pengemasan saat pengapalannya juga terbuat dari 100% material daur ulang.
Dan masih banyak lagi daur ulang sampah yang dapat memberikan kontribusi besar bagi penyelamatan lingkungan. Kabel-kabel bekas, monitor bekas, semua sampah digital dapat didayagunakan bukan hanya menjadi barang elektronik saja, tapi juga keperluan-keperluan lainnya.
Masih sangat memungkinkan bagi kita semua untuk menyelamatkan lingkungan. Masih banyak cara yang dapat kita lakukan untuk penghematan energi lewat teknologi lainnya. Bahkan menjadi seorang pencipta karya pun bisa dicapai lewat pemanfaatan teknologi dan penghematan energi.
Kita tidak bisa lepas dari teknologi yang semakin modern, tapi kita lebih tidak bisa hidup tanpa lestarinya lingkungan. Sebagai manusia yang dianugrahi akal fikiran oleh Tuhan, sudah sepatutnya kita menjaga karuniaNya, menjaga lingkungan yang diberikan olehNya.
Stop global warming with go green PC. Don’t just be user of technology, but also we have to protect our world with reusing technology. Technology is growing up, so our minds must be preserved our world. If we know the way to saving energy, yes we have to do now, tommorow and later.
Anything can change if we want, anything could be nice if we help world. Don’t just think about personal life, but think about the future of your life. Be greeners! J
-6.882468
107.625445