Hadapilah. Seakan benci dengan kata-kata itu, namun selalu harus terjadi.
Setiap satu langkah adalah awal dari menghadapi sesuatu.
Hadapilah ketika kecewa, karena itulah mengapa kamu dapat merasakan kebahagiaan.
Hadapilah ketika senang, karena itulah mengapa tahu artinya bersyukur.
Hadapilah ketika gagal, karena itulah kamu mengerti bagaimana cara untuk berhasil.
Hadapilah ketika cemburu, karena itulah kamu menguatkan diri untuk mencintai..
Hadapilah
Posted in Uncategorized
Bencong?
Sebelumnya, saia tidak bermaksud tidak sopan.
Beberapa hari lalu saia mendengar berita dari benda yang bernama televisi, tentang seorang pria berasa wanita meninggal karena overdosis silicon! Iyah, para pria, yang mungkin orang biasa bilang, luar biasa. Intinya sih mereka manusia, mereka mempunyai kelamin, mereka tetap berjenis kelamin sesuai yang diberikan Tuhan walaupun mereka merubahnya, dan hanya Tuhan yang paling ADIL.
Okey, tidak penting membahas apa itu bencong ataukah niatnya menjadi bencong apalagi pendapat-pendapat yang sok menghakimi dari kebiasaan banyak orang. Argggh, siapa yang berani mengadili silahkan, asal tidak punya dosa!
Tadi, ketika saia di angkutan umum, saia bertemu bencong. Seperti biasalah dandanan seperti itu, dan orang-orang memperhatikannya. Yang saia soroti adalah wajahnya. Hei, saia bukannya mau berpendapat apakah bencong ini cantik atau tidak ya, bukan itu. Saia melihat wajah yang berbeda!
Dia, atau mereka yang seperti itu, saia pikir sih lebih terhormat dari para koruptor yang mencuri uang rakyat. Apalagi kalau mereka dibandingkan dengan pembunuh kelas jaya. Setidaknya, kaum tersebut tidak mencuri uang rakyat atau membunuh manusia.
Mereka memiliki harapan, saia yakin itu!
Ketidakpantasan yang mungkin orang biasa anggap sepele, ketidakwajaran sikap yang mungkin orang biasa jijik melihatnya, semua itu hanya mereka yang rasakan dan tahu apa maksudnya. Atau mungkin ini cara mereka mensyukuri sesuatu?! Hanya Tuhan yang mengerti.
Bahkan hei, saia sering merasa jadi bencong! Wanita berjilbab, tapi dandanan dan perilaku seperti lelaki dan lebih memilih mengecat tembok dibanding memasak. Ketika menggunakan rok atau hal-hal yang berbau feminim saja, saia selalu merasa jadi bencong. Mungkin, ini juga yang dirasakan pria yang keawanitaan itu ya?
Bergelut dengan hati untuk beberapa puluh tahun tersadar saia!
Saia bukan tidak mensyukuri jadi wanita, tentu bukan, betapa bahagianya saia jadi wanita karena tiket surga ada di kaki saia kalau Tuhan mengizinkan. Hanya saja, saia memiliki cara yang berbeda dalam mensyukuri nikmat Tuhan. Okei, saia tidak seperti wanita itu dandanannya, dan mungkin wajah saia juga cenderung ganteng. Saia nyaman dengan keadaan seperti itu, hidup bernafas dengan -masih- hidung, makan cukup dengan -masih- mulut, dan sebagainya.
Mungkin itu ya poinnya, KENYAMANAN!
Sipp kalau begitu, masalah pengadilan HANYA TUHAN YANG PUNYA HAK!
Posted in harian buku
Sedikit tentang kesopanan Jogjakarta
Bicara tentang sebuah kota yang sangat menarik, maka Jogjalah salah satunya.
Tidak usah banyak tulisan tentang Jogja, pasti semua merasakan hal yang sama. Yang ingin saya tekankan adalah sebuah kesopanan yang singgah di tiap lekukan Jogja.
Face it! Sebuah ‘permintaan’ -lebih baik disebut seperti ini dibanding ‘larangan’- kepada masyarakat sekitar :
ORANG SEMBARANGAN BUANG SAMPAH SEMBARANGAN
bukan
DILARANG BUANG SAMPAH SEMBARANGAN.
Ingat tidak tentang sebuah kondisi, dimana ‘semakin dilarang maka semakin dilanggar’. Mungkin inilah yang menjadi konsep sebuah larangan menjadi permintaan. Satu poin yang saya dapat adalah Jogja sangat menjunjung tinggi sebuah kesopanan.
Dan berikut yang saya lihat dari hasil kesopanan permintaan membuang sampah pada tempatnya.
Dengan penuh semangat pembuktian tulisan orang-orang bahwa Jogja itu bersih, maka saya pun merasakan JOgja. Dan ternyata itu benar -kecuali lokasi Malioboro, rada terkontaminasi sampah-.
Segini dulu pengalaman backpacking saya, nanti saya lanjutkan kemudian, InsyaAllah.
Posted in harian buku, Uncategorized
Komputer Ramah Lingkungan, Manusia Penyelamat Lingkungan
Dewasa ini, manusia tidak bisa lepas dari penggunaan teknologi. Bagaimana tidak, teknologi telah mempermudah pekerjaan manusia dengan fitur-fitur yang sekaligus menghibur. Dimanapun kapanpun dan dalam kondisi apapun, memungkinkan manusia untuk menggunakan teknologi. Kadang teknologi memaksa kita untuk mempelajarinya sebagai pemenuhan kebutuhan pokok.
Komputer adalah salah satu teknologi yang sudah menjadi kebutuhan pokok manusia. Kepentingan manusia seakan beralih dari manual menjadi komputerisasi, apalagi menyangkut kebutuhan informasi.
Pemanfaatan komputer sebagai alat penyelesaian tugas manusia menjadi sangat bertentangan dengan penyelamatan lingkungan ketika terjadinya pemborosan energi karenanya. Tiap hari beratus juta manusia di seluruh dunia menggunakan komputer sebagai teknologi yang memahami manusia. Jangan salah, dampaknya adalah manusia menjadikan komputer sebagai ‘kekasihnya’. Bayangkan pula berapa ratus juta watt listrik yang terpakai, terlepas dari pemakaian yang berguna atau pemakaian yang disalahgunakan.
Listrik berasal dari sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui. Semakin banyak yang menggunakan komputer, semakin banyak pula terbuangnya sumber daya alam tersebut bahkan untuk penggunaan komputer yang ‘sia-sia’ sekalipun.
Yang sedang disorot tentang perangkat teknologi adalah, sampah digital. Indonesia yang notabene masih mempermasalahkan sampah-sampah organik dan anorganik yang tidak terkelola dengan baik hingga menimbulkan bencana alam. Namun tidak bisa dipungkiri bahwa sampah digital pun perlu ditangani. Apalagi masalah pemborosan energi yang ditimbulkan.
Komputer yang boros listrik akan mencemari lingkungan. Sebab listrik yang berhamburan menimbulkan medan magnetik yang mempengaruhi kinerja otak dan lingkungan sekitar kita. Tidak bisa dipungkiri bahwa itu semua sebuah kerugian bagi alam.
Bagaimana cara mengatasi persoalan lingkungan tersebut? Bagaimana supaya manusia bisa menjadi penyelamat lingkungan namun tetap mengetahui perkembangan teknologi? Dan yang paling penting adalah bagaimana manusia bisa mengimplemetasikan penghematan energi dan daur ulang sampah digital?
1. Hemat energi dalam penggunaan komputer
Komputer memiliki kemampuan yang berbeda-beda dalam menghemat energi. Jadi untuk menghemat energi salah satu caranya dengan set up pada komputer agar beroperasi pada penggunaan energi yang optimal. Adapun penghematan yang lebih baik adalah memetaikan komputer jika tidak diperlukan.
Banyak beberapa kasus di Indonesia, seperti di kantor-kantor yang menggunakan komputer sebagai sistemnya. Dalam kantor tersebut begitu banyak energi yang digunakan, dan tampaknya satu hari dapat meningkatkan pemborosan energi. Bukan karena digunakan sebaik-baiknya tapi banyak komputer digunakan menyimpang daripada tugas sebenarnya.
2. Menggunakan perangkat lunak atau perangkat keras yang hemat energi
Untuk perangkat keras ada beberapa device yang dapat menghemat energi, mulai dari cooler atau processor.
Untuk perangkat lunak, salah satunya dengan menggunakan website yang penampilannya menghemat daya listrik yang dikeluarkan monitor. Misalnya saja salah satu situs pencarian yang bernama blackle.com.
3. Mengetahui tata cara penghematan energi dalam penggunaan komputer.
Misalnya :
- Setting komputer agar mematikan monitor saat tidak dipakai dan mematikan hard disk.
- Pada layar monitor jenis CRT gunakan wallpaper berwarna gelap atau hitam. Karena warna hitam akan mengurangi penggunaan daya listrik.
4. Mendayagunakan sampah digital yang masih layak pakai menjadi sesuatu yang lebih berguna.
Ini kasus yang krusial. Tampaknya pemanfaatan sampah digital agak sulit untuk diimplementasikan oleh masyarakat umum, terlebih bukan keahliannya. Tapi setidaknya banyak kemungkinan dalam segala hal. Kemungkinan itu bisa saja datang dari profesional IT yang dapat membuat sebuah inovasi daur ulang sampah digital.
Banyak contoh yang dapat menginspirasi kita semua.
Sebuah perusahaan komputer besar, DELL, membuat sebuah PC yang ramah lingkungan dengan semangat go greener. PC tersebut terbuat dari bambu yang elemen di dalamnya terdiri dari kaleng susu, kotak sabun dan lainnya. Yang fantastis adalah penggunaannya dapat menghemat listrik sampai 70%.
Contoh lain adalah pembuatan Hard Disk dari panci bekas, Teknologi ini diberi nama Fabrik SimpleTech [re]drive. Fabrik juga menambahkan sebuah Energy Star power adapter pada hard disk. Bahkan material pengemasan saat pengapalannya juga terbuat dari 100% material daur ulang.
Dan masih banyak lagi daur ulang sampah yang dapat memberikan kontribusi besar bagi penyelamatan lingkungan. Kabel-kabel bekas, monitor bekas, semua sampah digital dapat didayagunakan bukan hanya menjadi barang elektronik saja, tapi juga keperluan-keperluan lainnya.
Masih sangat memungkinkan bagi kita semua untuk menyelamatkan lingkungan. Masih banyak cara yang dapat kita lakukan untuk penghematan energi lewat teknologi lainnya. Bahkan menjadi seorang pencipta karya pun bisa dicapai lewat pemanfaatan teknologi dan penghematan energi.
Kita tidak bisa lepas dari teknologi yang semakin modern, tapi kita lebih tidak bisa hidup tanpa lestarinya lingkungan. Sebagai manusia yang dianugrahi akal fikiran oleh Tuhan, sudah sepatutnya kita menjaga karuniaNya, menjaga lingkungan yang diberikan olehNya.
Stop global warming with go green PC. Don’t just be user of technology, but also we have to protect our world with reusing technology. Technology is growing up, so our minds must be preserved our world. If we know the way to saving energy, yes we have to do now, tommorow and later.
Anything can change if we want, anything could be nice if we help world. Don’t just think about personal life, but think about the future of your life. Be greeners! J
Posted in global warming
Sachi : Episode 1
Episode 1
Ini cerita tentang Sachi, seorang penyanyi yang kabur dari belantika musik Republik Indonesia.
*Kali ini penulis ingin cerita yang rada serius, kalau ditengah-tengah menemukan ketidakseriusan, mohon maklum itu mah gaya*
Sachi menemukan sebuah desa yang sangat menenangkan jiwa, persinggahan pertamanya adalah sebuah Masjid bernama Ar-Rahman.
Tau sinetron Ramadhan PPT (Para Pencari Tuhan)?
Kurang banyak, ya seperti itulah masjidnya ples penjaganya juga mirip aktor Dedi Mizwar.
Pukul 19.38 itu,
Bpk berkalung sorban (BBS): Maaf, adek ini penduduk baru ya?
Sachi : *tersenyum sambil berfikir keras, krn hdupnya sedang tak ada tujuan* Iiya Pak. Saia Anisa.
BBS : ini sudah malam sebaiknya Adek pulang, dimana rumahnya?
Sachi : Hmm, saya boleh tinggal di masjid ini sementara Pak?
BBS : *mengerenyitksn dahi* Boleh saia tahu kenapa adek memilih tinggal sementara di masjid ini, bukannya pulang?
Sachi : Saia tinggal malam ini saja, besok saia akan cari rumah di daerah sini Pak, sekaligus melapor kepada Pak RW dan RT setempat. Saia mohon Pak..
BBS : *Berfikir keras*
Sachi : Pak, saia mohon! Bukankah ini rumah Allah?
Dengan berbagai pemikiran dan pengkondisian tempat, BBS memberikan ijin tinggal sementara bagi Sachi.
Di keramaian infotainment, subuh hari.
Headline news sebuah koran “Sachi, Menghilang di Konser Terbesarnya!”
Pembawa acara yang lebay mengucap, “Hapakah Ssacii akan kembahli ke jagad permusikan Indonesia? Kehmanahkah hdia pergi, setelah diketahui menjalin hubungan hasmara
dengan Saudarah kandungnyah sendiri?”.
Manager Sachi mencoba mengklarifikasi, “Sachi itu gak tau kalau Budi kakak kandungnya sendiri..
Mohon dimengerti, mungkin Sachi tertekan! Dan sampai saat ini, Saia gak tau Sachi dimana..”.
Subuh hari, Masjid Ar-Rahman.
Sachi : Astagfirullah.. Astagfirullah.. Astagfirullah
Pak BBS yang setelahnya diketahui bernama Pak Sabar hanya menatap Sachi dari kejauhan dengan berbagai pertanyaan di otak.
Sachi : Ya Allah, *ada airmata* apa aku harus menolak fitrah dariMu?
Seolah-olah ada yang mnjawab : BERFIKIRLAH…
————-masih harus berlanjut—————–
Posted in cerpen
Berseni sambil Coding
This is my new song…
Title : Table Of My Heart
i can’t believe that i can made the codes
an error script like skeleton on my head..
until u came, and ur eyes telling me hopes.
ur the one i need for complete my happy query
the way u hold like left join at my hand..
but u gone, then memory select all from hurt..
it’s not the end, but all document was no value
my memories gets element by my faults
and i cry on my dekstop.. close my games is the future..
On every dangerous trigger, i have your procedure..
Don’t asking me, why i made this song?! it’s just my expression! Hmm, nope, jus’t my hanging on the dark love, hyaaaakkk!
Gini, gini, lebih baik menghasilkan sebuah karya, daripada menghasilkan sebuah karyawan? Betul?! ^_^
Sebenarnya, sedikit bosan dengan nada cinta dan petikan harap, tapi apa mau dikata kalau semuanya tercipta. Kadang saya benci yang begini, tapi butuh jua.
Okey, daripada timbul kontroversi dalam ego, lebih baik ambil jalan tengahnya saja dengan mensyukuri.
Kalau kata dosen Seminar Pendidikan Agama Islam saya, “SENI dan CINTA , keduanya merupakan fitrahnya manusia. Tapi jangan salah, kalau SETAN senengnya ada disitu..”.
Dan, dosen saya yang lain berkata “Coding itu adalah hiburan..”.
Akhirnya saya ambil kesimpulan, BERSENI SAMBIL CODING ADALAH FITRAHNYA MANUSIA YANG MENGHIBUR DALAM PEMANFAATAN ILMU KREATIFITAS.
Seperti halnya lagu diatas. Lagu diatas adalah hasil ciptaan saat stuck ber-coding. Jika stuck coding, maka refreshing…
So, i don’t care about underestimation to this song and all my songs that i’ve made before..hehe.
Sing penting adalah penggemar, bukan saudagar…
Posted in ilmu komputer
Fenomena Otak
Hari ini hari terakhir saya (dalam kontrak) kerja praktek di aalah satu perusahaan penerbangan Indonesia. Semua perasaan bercampur aduk karena saya tetap harus mengerjakan tugas namun masih banyak kendala.
Tentunya, karena ini Program Latihan Akademik (PLA) yang akhirnya akan memberikan sebuah nilai di masa depan perkuliahan saya tapi kehidupan tampak nberkata lain.
Pendokumentasian belum selesai. Website yang harus saya kerjakan pun belum selesai (bahkan hari ini ada perubahan fungsi lagi :< ). Sedangkan masa kontrak sudah berakhir, masa pengumpulan laporan pun akan segera datang.
Di otak saya saat ini hanya terdapat kalimat ‘LIFELINE wanna be DEADLINE’.
Mengapa bisa begini? saya mencoba berfikir keras.
1. Saya masih kurang ilmu pemrograman. Sehebat-hebatnya programmer, bila ia dihadapkan dengan sesuatu yang baru tetap saja harus bekerja keras mengimplementasi. Ini menurut saya lho!
2. Saya belum bisa me-manager-i diri saya sendiri. Tentunya, bagaimana tidak?! Toh saya harus mengakui saya belum bisa membagi waktu dengan baik.
Seharusnya saya bisa membagi waktu, kapan saya harus mengerjakan tugas ini, tugas itu, permainan ini eh…maksudnya pelajaran ini pelajaran itu, dan sebagainya.
Padahal saya sudah dengan sekuat tenaga untuk mengerjakan tugas seteratur mungkin, namun masih tetap keteterran.
3. Daya konsentrasi berkurang. Kelainan ini salah satunya disebabkan oleh kurang baiknya manajemen hati. Bagian ini sulit dijelaakan.
4. Terganggu sifat buruk. Salah satu sifat buruk saya adalah bila ada satu rencana yang awalnya sudah tidak pada tempatnya, maka saya tidak mau meneruskannya. Inilah yang paling bahaya.
Teringat dengan sebuah pelajaran Teknik Riset Operasi yang dibahas oleh Dr. Munir, dosen saya. Bahwa untuk membuat sebuah karya ilmiah atau penelitian maka harus mencari masalah dahulu.
Setelah mendapatkan masalah maka harus cari pemecahannya. bila tidak ada pemecahannya maka tetap bisa dijadikan karya tapi bukan ilmu terapan.
Nah, daripada merenung di pinggir lantai 8 Gedung ini, lebih baik saya coba pecahkan masalah otak saya ini.
Hmm, sedikit bingung.
Lalu kebingungan, dan semakin bingung karena suasana kantor berubah jadi misterius dengan balutan lagu dangdut.
Dan. saya menemukan sebuah kalimat yang sangat membangun jiwa saya.
Ini ditemukan saat saya merapihkan fungsi-fungsi javascript di ‘addnew.phtml’ yang saya kerjakan. Karena kerapihan itu akan terlihat indah, keindahan itu akan terlihat baik.
Kebaikan itu bisa saja menimbulkan hal terbaik. Nah…..akhirnya saya bertekad, HARUS MEMBERIKAN YANG TERBAIK PADA APAPUN YANG DILAKUKAN, bahasa Chinanya “Kei-i cui hau”.
Kenapa harus memberikan yang terbaik? karena USAHA. Saat memberikan yang terbaik otomatis ada usaha didalamnya. seperti yang Allah minta pada semua manusia untuk selalu berusaha.
Yup, i’ve got it! ini adalah jawaban dari sebagian pertanyaan, dan atau semua pertanyaan.
Sedikit cerita di salah satu hari di bulan Maret lalu. Bahwa dalam keadaan stuck on coding, saya bisa mencipta sebuah lagu (U, Me, and The Javascript).
Pointnya bukan hanya pada lagunya, terlebih pada…ternyata otak saya memperlihatkan fenomenanya. Saat fikir tertuju pada satu hal, hal lain yang mungkin bertolak belakang bisa saja datang dan melahirkan kebaikan.
Subhanallah Allah menciptakan otak yang berakal bagi manusia.
Nah, untuk memberikan yang terbaik pada otak saya. Akhirnya saya rajin-rajin istirahat (nah lho?!), maksudnya saya harus memberikan waktu yang tepat untuk otak beristirahat.
Dan saya sangat menantikan saat-saat indah itu.
Posted in ilmu komputer






